Wednesday, December 12, 2012

Randomly Mumbling


Umm.. time passed quickly, wasn’t it?
So, this is another post for randomly mumbling after my quite-long-time absence.
I’m starting this with a ‘not-too-good’ mood, but I guess I’m okay.

It has been 2 months since I had my golden time with him.
Wait, wait, wait.. We aren’t getting back together (again) hehehe.
I just realize something in my life that Allah’s plans will always the best thing ever to me. Lots a things happened, but so far I’ve already done it properly.
Thanks Allah, alhamdulillah. :)

Friday, October 12, 2012

Tanya Hati Berulang - Ulang Kali

Rona senja yang jingga harusnya kunikmati sore ini. Langkah kakiku terus melaju tanpa berhenti sejenak. Sore ini stasiun kereta sepi, hanya ada beberapa orang yang lalu lalang tanpa saling sapa. Kami memiliki tujuan masing – masing, memang tidak sama. Udara dingin pun seakan tak mau enyah dari sini, ya mungkin efek hujan deras tadi siang. Sweeter bludru warna coklat yang ku pakai dan scraft yang melingkar di leherku kali ini tidak bisa menahan udara dingin yang perlahan merasuk ke tulangku. Aku masih terus berjalan menuju tempat yang kuinginkan. Sebentar, lebih tepatnya bukan ke tempat yang kuinginkan melainkan menuju tempat janjian kami. Iya, aku akan menemui seseorang disana. Kupercepat langkah kakiku, karena angkot tadi sempat menahanku setengah jam di jalan. Aku terlambat. Semoga dia belum pergi, kakiku pun semakin cepat melangkah. Sesekali aku menengok kanan kiri untuk memastikan keberadaannya.

Friday, September 21, 2012

Aku membencimu!














Aku membencimu tanpa alasan.
Haruskah ada alasan seseorang membenci?
Aku hanya tidak suka denganmu.
Banyak orang yang mencintai tanpa alasan, pun juga tak butuh alasan.
Dan begitu juga aku, tak butuh alasan apapun bagiku.
Semua tentangmu aku tidak suka.
Bahkan namamu, tak suka aku menyebutnya.
Sekalipun tak pernah.

Wednesday, September 5, 2012

#LoveTips

It has been long time no posting.... huaaaaaa :’( *BLAME TWITTER*

So, here let me to awake my blog, even just a little bit of breathing.. I’m back now. People often say that “come back” was sound cool, do you think so?
I want to share a point of view and wanna discuss it here and STILL in my perception. We’re free to deliver our opinion, right? ;)

Surat untukmu, Pemilik Hati-nya

Katakan pada kekasihmu, dulu aku tak mencintainya.
Katakan pada dirinya, dulu dia bertepuk sebelah tangan.
Katakan juga kepadanya, dulu dia sempat menyerah memperjuangkanku.
Kini, ijinkan aku berbicara padamu.
Aku menyadari bahwa aku pernah memiliki orang yang tepat.
Aku menyadari bahwa aku pernah mencintainya, dia tak lagi bertepuk sebelah tangan.
Aku menyadari bahwa aku pernah memperjuangkan hatinya ‘lagi’ untukku.

Monday, August 27, 2012

That's a Real Smile or Fake?

            Smile :)

If someone is smiling, it means they are happy, right? Well, not always!

As human being, we put smile in our faces isn’t only for saying “We are Happy”. Somehow, there’s other reason that can’t be said, then we need to smile which make us “appear” happy. Sometimes, people smile just because they want to be polite and don’t want to explain anything- whether or not. Isn’t it kinda “fake”? Should we being a nice pretender?

Thursday, August 23, 2012

Sebuah cerita di sudut kota bernama Jogja














Ada sebuah cerita kecil yang kita torehkan sebagai bagian dari masa lalu. Di sebuah sudut kota yang bernama Jogja. Ada cerita antara aku dan kamu. Yang dahulu menjadi kita. Bersama. Menyusuri trotoar pinggir jalan bergandengan tangan di bawah senja yang jingga. Aku bersyukur menikmati senja yang jingga bersamamu. Bersenda gurau, saling melempar senyum, menghabiskan waktu untuk berbicara tentang topik yang tak terencana sebelumnya. Tapi kita menikmatinya. Ah senangnya!

Di sebuah sudut kota bernama Jogja. Ada rindu yang saling berpaut. Kita bertemu. Membayar semua hariku tanpamu. Kita terus berjalan menyusuri jalan hingga raga kita berhenti ditempat yang tak terencana pula. Semua mengalir apa adanya. Tiada kepura-puraan, jujur, dan hangat. Ada euphoria yang meletup-letup di dalam dada. Ada malu yang tersembunyi dibalik senyuman. Ada bahagia yang terlukis di dalam tawa. Semua melengkapi komunikasi dua arah sore itu.

Di sebuah sudut kota bernama Jogja. Ada pelukan hangat yang tak terlupakan. Ada rasa yang memaksa untuk menjeda waktu, menghentikan kebisingan jalan, meluruhkan rindu yang menggebu. Pelukan yang berasal dari kamu. Menjadi pelabuhan rindu, tempat sandaran lelahku, dan mendengar berisik keluhku. Ada janji untuk bersama setelah hari itu. Ada kenangan yang dibungkus haru tersimpan di dalam kalbu. Sudut itu menjadi saksinya. Aku dan Kamu, begitulah hari itu, di sudut kota bernama Jogja.